Secara naluriah, rasa jenuh bisa muncul ketika kita melakukan aktivitas secara berulang dalam jangka waktu yang cukup lama. Sulit untuk menghindari perasaaan kehilangan gairah karena tidak adanya hal baru yang "tampaknya" tidak dapat dieksplor lebih jauh.
Jika dipikir-pikir, rasa jenuh juga bisa hadir dari ketidakjelasan yang berulang. Sometimes, ketidakjelasan yang benar-benar abstrak memang bisa membuat diri dan pikiran kita untuk mengeksplor lebih liar, tetapi ketidakjelasan dalam konteks yang lebih profesional justru akan menggiring kepada rasa bingung yang menjenuhkan.
Pentingnya suasana yang menyenangkan untuk menghindari perasaan jenuh berlebihan. Masalahnya, ada waktu atau masa ketika suasana menyenangkan tersebut tidak berada dalam kontrol diri kita. Semakin dewasa, itulah yang menjadi kenyataan yang harus disadari.
Ada banyak yang bisa didapat atau dipelajari, sebenarnya, jika dijalankan dengan arah yang jelas bukan jadi suatu hal yang menjenuhkan. Jadi, bisa dibilang ini adalah fenomenan Jenuh Tak Jenuh.
Gue yakin banyak orang yang sedang berada di fase ini. Mereka bukan jenuh dengan rutinitasnya tetapi jenuh dengan ketidakjelasan arah. Bagaimana memperbaiki ini, gue rasa gue belum punya pengetahuan terkait fenomena ini. Diskusi yang berkelanjutan dan punya kepastian seperti bisa jadi solusi. fin.

Comments
Post a Comment