Semakin Dewasa Kok Jadi Males Bukber?



Bukber setiap tahunnya menjadi suatu acara yang paling banyak ditunggu tiap tahunnya. Bukber jadi ajang silaturahmi bersama teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Sejak SD hingga lulus S2 kemarin, gue selalu menunggu momen bukber karena di momen tersebut gue bisa temu kangen dengan teman-teman sembari cerita tentang kekonyolan di masa lalu.

Bukber bersama teman-teman SD selalu jadi event yang gue tunggu. Mungkin karena SD gue dulu swasta yang jumlah satu angkatannya sedikit dan memiliki latar belakang yang tidak jauh berbeda membuat gue lebih tune in ketika bercanda bareng mereka.

Sayangnya, gue nggak tahu kenapa, semakin kesini bukber jadi satu acara yang gue males untuk datangi. Jujur, gue merasa semakin dewasa, bukber bukan lagi prioritas yang harus gue hadiri. 

Sekarang ini, bukber yang gue hadiri hanya bukber kantor, itupun simply karena bagian dari acara kantor yang agak sulit untuk gue hindari. Selain itu, sudah pasti acara ini dibayarin kantor yang  membuat gue nggak harus keluar uang, hehe. Untuk sekarang, bukber di luar atau restoran itu cukup mahal dan membuat gue berpikir dua kali untuk ikut. 

Apalagi dengan macet Jakarta di jam pulang kantor yang sulit buat gue tembus untuk sampai tempat waktu di venue bukber. Bukber di restoran juga sulit. Kita harus booking terlebih dahulu untuk sekedar berbuka. 

Tahun ini gue lebih banyak menghabiskan buka bersama keluarga atau keluarga pacar gue. Selain lebih irit, energi gue juga nggak harus terpakai banyak. Nggak mewah tapi lebih tenang. fin.

Comments