Setelah beberapa bulan kerja di tempat baru, gue akhirnya memiliki privilege untuk bisa berperan sebagai user. Walaupun secara perjanjian kerja bukan gue yang benar-benar menjadi user, tapi peran gue di kantor jadi seperti itu.
Sejak awal Februari kemarin, gue secara resmi punya 6 anak intern. Gue baru merasakan enaknya punya anak intern. Bukan cuma perkara mereka bisa mengurangi beban kerja gue atau bisa gue suruh-suruh, tapi lebih kepada gue bisa transfer ilmu yang gue punya untuk mereka. Gue bisa kasih insight atau feedback dari hasil kerja mereka semua dan itu sangat menyenangkan.
Gue juga mulai bisa belajar untuk menjadi seorang leader. Beda dengan jadi leader di organisasi yang sedikit lebih santai, jadi leader di kantor itu ada target yang harus bisa dicapai. Nggak bisa main-main seenaknya, baik leader maupun timnya. Gue belajar untuk bisa lebih teliti dan bisa mengakomodir seluruh kebutuhan tim gue. Gue juga harus bisa memastikan seluruh tim gue merasa nyaman saat bekerja under supervisi gue.
Gue selalu mencoba untuk menjadi teman diskusi bagi seluruh intern, gue nggak mau mereka melihat gue sebagai seseorang yang punya otoritas lebih tinggi dari mereka. Gue coba ajak tim gue diskusi untuk menyelesaikan setiap bottleneck yang muncul di tengah-tengah kerjaan. Gue yakin kalau gue lebih terbuka dengan mereka, mereka dengan sendirinya akan respect sama gue.
Hal lucu lainnya adalah gue menjadi saksi bahwa konten Intern vs Staff social status tuh beneran ada. Konten-konten di media sosial yang bilang kalo intern lebih kaya dari staf ternyata bener aja. Disaat gue cuma pakai laptop HP overheat, Intern gue pake Macbook. Disaat gue pake tumbler yang bahkan dibeliin sama temen di kantor gue yang dulu, intern gue pake tumbler Stanley. Ketika gue telat karena kejebak macet sambil hujan-hujanan, alasan telat intern gue karena mobilnya mogok di apartmentnya, dan dia manggil montir.
Gue bukannya iri, tapi lebih kepada lucu aja kalo ternyata yang dibicarain di media sosial justru sekarang kejadian sama gue. Mungkin sekarang target gue adalah kerja keras biar nanti anak gue bisa jadi intern yang seperti itu. fin.

Comments
Post a Comment