Unfollow Bukan Berarti Kami Nggak Dewasa!


Belakangan gue lagi banyak terekspos dengan cerita-cerita tentang orang-orang yang media sosialnya di unfollow atau di-block sama mantan pacarnya. Orang-orang, mostly cewek, bilang kalo tindakan yang dilakukan oleh mantan pacarnya tersebut sebagai tindakan yang tidak dewasa. Menurut mereka, kalau sudah putus baik-baik, ya seharusnya bisa berteman saja seperti biasa.

Gue mau coba ambil beberapa perspektif dari cowok-cowok yang melakukan unfollow atau block socmed mantan pacar atau mantan HTS. Adapun yang perlu dipastikan adalah kita bukannya nggak dewasa, kita cuma berusaha melupakan, anjay.

Pada dasarnya, susah buat kami para cowok untuk bisa benar-benar berteman seperti nggak pernah terjadi apa-apa dengan mantan pacar atau mantan HTS. Di momen kami para cowok memutuskan untuk unfollow atau block media sosial, ada tiga kemungkinan: 

Satu, berusaha untuk menjauh, pokoknya nggak ingin tahu apapun tentang mantan kami. Ini beda-beda juga, ada yang memang karena benci atau masih sayang tapi tahu nggak bisa bersama.

Dua, belum ikhlas melihat mantan sama orang baru. Cemburu jadi faktor utamanya, gimana rasanya ngeliat orang yang pernah spesial di kehidupan kita dan berharap bisa merangkai cerita bersama-sama ternyata end up sama orang lain. 

Ketiga, perasaan bersalah. Perasaan bersalah karena pernah nyakitin dan punya rasa malu yang akhirnya bisa bikin cowo memutuskan untuk berhenti hadir di kehidupan mantannya.

Jadi intinya, nge-unfollow atau nge-block itu bukan berarti kami para cowok nggak dewasa. Gue juga aneh dengan standar masyarakat hari ini yang menganggap bahwa kalo kita nge-unfollow seseorang artinya kami bermusuhan. We can still be friend and We're cool tanpa harus saling mengikuti di media sosial. fin.