3 Momen yang Bisa Mengubah Hidup Seorang Laki-Laki Selamanya!



Banyak orang bilang hidup menjadi seorang laki-laki di masyarakat itu lebih mudah dan memang betul adanya. Laki-laki itu jauh dari stigma negatif dan punya kesempatan lebih banyak ketimbang perempuan. Laki-laki itu juga tidak mendapatkan tuntutan harus tampil ganteng ketika hadir di ruang publik, sangat berbeda dengan cara masyarakat memperlakukan perempuan. Itu semua adalah benefit dilahirkan sebagai seorang laki-laki.

Nilai maskulinitas dan patriarki di masyarakat seperti itu juga yang akhirnya membentuk berbagai macam personalities dari laki-laki. Ada yang menjadi pekerja keras, ada yang menjadi pemalas, ada yang menjadi setia, ada yang menjadi tukang selingkuh, ada yang menjadi keras pemarah, dan ada juga yang menjadi lembut penuh kasih sayang.

Setiap laki-laki akan menghadapi apa yang disebut sebagai developmental journey. Developmental journey ini merupakan proses pendewasaan diri dari boyhood menjadi manhood. Waktu dan proses pendewasaan ini berbeda bagi setiap laki-laki. Namun, ada trigger yang bisa developmental journey ini bisa terjadi bagi seorang laki-laki.

1. Menjadi Apa yang Ditakutkan

Berdasarkan pengalaman gue, gue sangat takut saat gue nggak bisa produktif, diam saja di rumah atau bahasa umumnya adalah menganggur. Gue mulai mempertanyakan kemampuan diri sendiri dan bingung harus melakukan apa. Muncul ketakutan tidak bisa berkembang atau menjadi berguna at least untuk diri sendiri. 

Setiap orang mempunyai ketakutan-ketakutannya sendiri, dan menjadi apa yang ditakutinya benar-benar akan mengubah hidup dan cara pandangnya ke depan. Beberapa orang akan terjebak di dalam ketakutannya tersebut, tetapi ada juga yang berhasil bangkit dan menjadikan ketakutan tersebut sebagai motivasi untuk mulai bangkit dan mengubah nasib diri sendiri.

2. Patah Hati Pertama

Dulu gue berpikir, patah hati pertama itu adalah ketika kita putus dengan pacar pertama kita atau ditolak pertama kali oleh perempuan yang kita suka. Gue baru sadar ternyata itu hanyalah perasaan kecewa sesaat bukan patah hati ketika akhirnya gue merasakan patah hati terbesar dalam hidup gue. Perasaan sedih, kecewa, marah, kebingungan bercampur jadi satu. Momen-momen ketika bangun tidur tidak ada semangat, nafsu makan hilang, dan longing her presence itu ternyata benar adanya.

Proses penyembuhan diri ini yang menjadi titik balik bagi seorang laki-laki. Ada yang sebentar, ada juga yang memakan waktu cukup lama. Gue sendiri harus menghabiskan waktu satu tahun lebih untuk benar-benar bisa mengikhlaskan kalau gue sama dia memang nggak bisa bareng as a lover.

Patah hati pertama ini menjadi sangat krusial karena bisa membentuk bagaimana seorang laki-laki memperlakukan perempuan. Ada yang menjadi penyayang, setia, mengetahui batasan, intinya bisa belajar untuk treat her woman in a proper way. Namun, ada juga yang justru menjadi tukang main perempuan, kasar, benci perempuan, dan hal-hal negatif lainnya.

3. Kehilangan Ayah

Disini gue harus membedakan kehilangan ayah dan kehilangan figur ayah. Kehilangan ayah yang dimaksud adalah seorang ayah yang memang hadir di dalam kehidupan seorang anak. Seorang ayah yang memberikan pelajaran kehidupan. Seorang ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Kehilangan ayah bisa menjadi titik balik kehidupan para laki-laki, apalagi yang mempunyai peran sebagai anak pertama.

Ini satu-satunya yang belum gue rasakan. Cepat atau lambat pasti gue akan menghadapi momen ini. Gue yakin nggak laki-laki manapun termasuk gue sendiri, nggak akan siap menghadapi momen ini. Gue hanya berharap, apabila nanti gue harus menghadapi momen ini, gue udah ada titik di mana, gue sudah cukup secara dunia sehingga gue bisa lebih kuat menghadapi kenyataan tersebut. fin.

Comments