Mari Berbicara Tentang Makanan Yang Jatuh Dari Surga





Kalau kita membahas "Manna" (dalam tradisi Al-Quran & Alkitab) atau dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya makanan yang jatuh dari surga, cuma ada dua yang patut disejajarkan, yaitu Nasi Padang dan Nasi Goreng. Kedua makanan tersebut bisa dianggap mungkin merupakan karunia tuhan yang hadir ketika tuhan sedang memberikan berkah kepada seluruh makhluk ciptaannya.

Khusus untuk nasi goreng, makanan asli Indonesia ini sudah termahsyur namanya hampir ke seluruh dunia. Kalau kita menonton tayangan di Youtube yang membahas "Food from around the world", nasi goreng pasti jadi salah satu menu khas Indonesia yang diperkenalkan oleh para konten kreator, walaupun kita tahu dalam sejarahnya, hidangan nasi yang dioseng-oseng di atas penggorengan ini berasal dari daratan Cina.

Nasi goreng ini fleksibel, bisa dibilang "comfort food" bisa juga dibilang "staple food", tapi nggak jarang juga orang menjadikan nasi goreng ini sebagai "dinner" mereka. Intinya, hampir seluruh kalangan masyarakat dari kelas atas hingga pekerja kerah biru bisa menikmati hidangan satu ini.

Kalau berbicara Nasi Goreng, ada beberapa nasi goreng yang menurut gue merupakan top tier nasi goreng. Pertama akan jatuh kepada Nasi Goreng Solaria. Seseorang bisa dibilang mengalami gangguan kejiwaan kalau bilang Nasi Goreng Solaria ini biasa aja. Belum sampai lidah, aromanya saja bisa buat gue jatuh cinta dan ingin memiliki seutuhnya. 

Kedua, Nasi Goreng Ta Wan. Untuk yang satu ini mungkin debatable, tetapi menurut indera perasa gue yang gue yakin masih berfungsi dengan baik ini, Nasi Goreng Ta Wan merupakan salah satu yang terbaik. Nasi Goreng ini bermain di jenis nasi goreng tanpa kecap atau biasa disebut nasi goreng hong kong. Masa kecil gue diisi dengan makan nasi goreng ini. 

Ketiga adalah Nasgero. Gue cukup surprise setelah pertama kali mencoba nasi goreng ini. Rasanya mirip nasi goreng aceh tetapi rempahnya lebih "nendang". Menunya juga cukup unik, mereka menawarkan menu nasi goreng sirloin, yang mana daging sirloin ini biasa kita dapat di restoran steak.  Minusnya, nasi goreng ini terlalu mahal untuk ukuran nasi goreng. Namun gue percaya, orang-orang perlu kasih kredit lebih untuk nasi goreng satu ini.

Gue berharap suatu saat nanti akan ada kultus nasi goreng, di mana para pengikutnya akan menempatkan kuliner satu ini sebagai makanan manusia kelas atas. Gue akan senang hati menjadi salah satu pengikut karena kecintaan gue pada nasi goreng, karena gue percaya pada supremasi nasi mateng tapi digoreng. fin.

Comments