Komunikasi Identitas dan Negosiasi Jati Diri dalam Afinitas Musik: Studi Kasus Ayah Pekerja/Musisi di Jabodetabek (TESIS)

 Abstrak

Penelitian ini mengkaji bagaimana laki-laki dengan identitas kompleks sebagai suami, ayah, financial provider, dan musisi mengelola serta mengkomunikasikan identitas mereka. Di tengah tekanan kehidupan urban, kompleksitas peran ini sering kali berimplikasi pada kondisi kesehatan mental, sehingga penting bagi mereka untuk menegosiasikan dan mengartikulasikan jati diri secara sadar. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Negosiasi Identitas serta Teori Komunikasi Identitas dari Michael Hecht untuk menganalisis dinamika lapisan identitas serta strategi komunikasi yang digunakan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma post-positivisme melalui metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah laki-laki yang berperan sebagai ayah, pekerja kantoran, dan musisi. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi identitas yang mereka lakukan merupakan hasil dari proses negosiasi identitas, yang dijalankan melalui strategi kompartementalisasi dan rekonsiliasi kesenjangan identitas. Selain itu, afinitas terhadap musik yang melekat pada identitas sebagai musisi menjadi “ruang ketiga” yang memungkinkan mereka untuk melepaskan diri sejenak dari beban peran domestik dan profesional.

Kata Kunci: Komunikasi Identitas, Negosiasi Identitas, Peran Laki-Laki, Afinitas Musik

Komunikasi Identitas dan Negosiasi Jatidiri dalam Afinitas Musik: Studi Kasus Ayah Pekerja/Musisi di Jabodetabek (View PDF)


Comments