"Adaptif Perlu, Tapi Jangan Jual Jiwa Kalian!", kata The Devil Wears Prada


Salah satu dari banyak kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap orang di dalam dunia kerja adalah menjadi adaptif. Memiliki kemampuan untuk bisa beradaptasi di lingkungan atau situasi baru akan sangat membantu seseorang untuk bisa keep up dengan tugas-tugas baru yang tentunya bisa membuat kepala pusing tujuh keliling.

Untuk bisa mudah beradaptasi dan menyatu dengan budaya kerja dari suatu perusahaan, biasanya bisa dimulai lewat berkenalan dengan kolega kantor. Menjadi sedikit lebih akrab dengan kolega kantor yang sudah lebih lama bekerja di perusahaan tersebut bisa sangat membantu kalian mengenal kultur dan value yang dianut dalam keseharian di kantor.

Kedua adalah mulai mengamati kebiasaan dan "drama" yang biasanya ada di kantor. Pastikan untuk menjadi lebih tajam dan peka melihat setiap gerak-gerik orang-orang di kantor, dari mulai ketika meeting, makan siang, atau ketika sekedar break sejenak untuk segelas kopi dan sebatang rokok.

Sayangnya, menjadi "terlalu" adaptif terkadang bisa membuat kita lupa dengan diri sendiri. Memang, kita akan dianggap sangat berdedikasi dengan pekerjaan dan dilihat sebagai seseorang yang profesional. Namun, apabila kita tidak bisa mengontrol diri sendiri, perlahan justru kita yang akan kehilangan identitas diri.

Inilah yang terjadi dengan karakter Andrea "Andy" Sachs yang diperankan oleh Anne Hathaway dalam film The Devil Wears Prada (2006). Film karya David Frankiel ini menceritakan kisah seorang perempuan pintar tetapi culun yang menjadi seorang asisten dari Kepala Redaktur salah satu majalah mode terkemuka di Amerika Serikat yang terkenal dengan jiwa perfeksionis dan dianggap "killer" oleh orang-orang yang bekerja di industri tersebut.

Andy awalnya berusaha untuk tetap idealis dan menjadi seprofesional mungkin di tempat kerja barunya tersebut. Namun, hal tersebut justru membuat Andy kesulitan dan selalu merasa terbebani oleh pekerjaannya. Akhirnya, Andy memutuskan untuk follow the mainstream dan ikut menjadi bagian dari orang-orang pecinta mode parlente. 

Setelah menjadi seorang pekerja yang lebih adaptif dan diandalkan oleh atasannya. Andy justru mulai kehilangan orang-orang sekitarnya. Mulai dari sahabat hingga kekasihnya perlahan menghilang dari hidup Andy karena Andy terlalu fokus dan menyerahkan hidupnya untuk pekerjaan. Andy juga mulai kehilangan identitas dan cita-citanya. Andy berubah menjadi seseorang yang workaholic yang fashionable.

Penting untuk menjadi "secukupnya" dalam berbagai hal. Ini bukan berarti kita tidak boleh memperjuangkan posisi atau karir, tetapi lebih pada manajemen diri bahwa ada saatnya kita mengetahui limit atas apa yang kita lakukan, dalam konteks apapun. 

Akhir cerita Andy pun memutuskan untuk resign dan mulai memperbaiki hubungan dengan orang terdekatnya. Bahkan, kemampuan adaptifnya juga yang membawanya mendapatkan pekerjaan impiannya selama ini. fin.

Comments