Waktu kecil, gue bisa dibilang adalah orang yang sebentar-sebentar beser. Gue bisa menasbihkan diri gue sendiri sebagai reviewer toilet umum paling muda di Jakarta atau bahkan mungkin di Indonesia.
Jadi, setiap gue makan bareng keluarga, entah itu di restoran atau di mall, pasti sekitar 10-15 menit makanan gue abis, gue akan minta tolong bokap untuk temenin ke toilet untuk boker.
Fenomena unik ini masih terus terjadi sampai kira-kira gue kelas satu atau dua SMP. Setelahnya, gue mulai bisa kontrol boker gue setiap pagi hari sehingga gue nggak perlu boker lagi di sisa hari.
Mungkin karena kebiasaan itu dulu yang membuat gue mulai jadi sedikit perhatian dengan toilet-toilet yang akan gue pake untuk boker.
Ada beberapa poin yang gue perhatikan ketika mulai masuk ke bilik toilet. Pertama adalah kebersihan, kedua adalah ambience, ketiga adalah kloset, dan terakhir adalah fasilitas.
Gue akan sharing tiga toilet dengan tingkat kepuasan tertinggi, menengah, dan flop. Ini semua review pribadi yang subjektif tanpa ada kebencian apapun. Tapi sebelum itu gue mau share dulu toilet terbaik yang pernah gue datengin.
Sejauh ini toilet yang sudah memenuhi empat kriteria tersebut hanya toilet kamar di Hotel Indonesia Kempinski. Secara kebersihan udah nggak perlu diragukan, ambience sangat mendukung karena begitu kalian masuk akan disuguhi pemandangan bundaran HI,
Namun, yang bikin gue amaze adalah klosetnya. Baru pertama kali gue merasakan toilet ala Jepang yang kalo duduk terasa anget. Iya, pantat kalian berasa di tiupin sauna.
Fitur ceboknya pun bisa diatur mau yang kenceng atau yang pelan. Nggak perlu lagi water jet pom bensin yang nyemprotnya sakit banget itu, Kalian bisa sesuain dengan kebutuhan tokay kalian.
Oke, sekarang kita masuk ke kasta tertinggi yang menurut gue jatuh kepada toilet umum di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Gue kesini itu sekitar tahun 2018-2019 an. Adapun yang paling bikin gue jatuh hati adalah ambience nya yang sangat Indonesia dan somehow terasa natural aja kalo ada di dalem toilet itu.
Ada banyak tanaman, ada patung jawa, ada kaca besar, kloset bersih, wastafel rapih dan sabunnya yang wangi banget. Pokoknya gue jatuh cinta banget sama toilet umum disini.
Kasta menengah menurut gue adalah toilet Bakmi GM di sekitar kawasan Sarinah. Kalo kalian cari namanya adalah Bakmi GM Jalan Sunda. Tempat ini jadi salah satu tempat berkesan buat gue, karena dulu waktu kecil selalu dateng kesini kalo mau makan Bakmi GM. Premis itulah yang akhirnya menjadikan gue sangat melekat dengan toilet disini.
Gue terakhir kesini itu sekitar tahun 2011-2012 an. Sebenernya toilet disini sama aja seperti toilet umum di tempat-tempat lain. Namun, disinilah pertama kali gue melihat ada wastafel yang menyediakan pilihan air panas atau air dingin.
Selain itu, tembok dan lantai toilet yang dilapisi keramik warna merah menambah kesan old school di dalamnya. Selain itu, begitu gue masuk akan kecium wangi khas yang belum pernah gue cium di toilet manapun. Jujur gue nyaman banget selama boker disana.
Kasta terakhir ini mungkin sedikit debateable. Ada mungkin beberapa orang yang oke dengan konsep ini. Ada juga orang yang kurang cocok karena memang di luar kebiasaan orang Indonesia, Gue termasuk salah satu orang yang nggak bisa dengan model toilet seperti ini.
Gue ke toilet ini sekitar tahun 2008-2009. Waktu pertama kali masuk. ambience di dalam toilet ini sangat bagus. Gue melihat desain yang futuristik di dinding dan langit-langitnya. Namun, kebutuhan perut gue yang sudah kelewat mules itu akhirnya membawa gue ke bilik toilet.
Ketika gue masuk ternyata nggak ada water jet atau semprotan air bawaan kloset untuk cebok. Cuma ada tisu toilet yang pada saat itu bokap jijik dan nggak mau gue boker di situ.
Untungnya, ada cleaning service yang lagi jaga dan mengarahkan gue untuk boker di toilet pegawai yang klosetnya jongkok dan ceboknya menggunakan gayung di ember baso.
Gue heran karena bisa dibilang pada masanya tempat ini tuh salah satu pusat perbelanjaan hits di Jakarta. Tempatnya dekat dengan distrik bisnis Jakarta dan berada di jalan protokol. Tapi kenapa fasilitasnya bisa se-nggak nyaman itu. Bahkan Grand Indonesia atau Plaza Senayan yang bisa dibilang Mall High End di Jakarta aja, fasilitas toiletnya bisa lebih baik.
Jadi begitu review gue soal toilet-toilet yang ada di Jakarta. Gue berharap bisa keliling Indonesia untuk nyobain toilet-toilet lainnya. Sayangnya waktu kecil, bokap sama nyokap cuma bawa gue keliling mall sama restoran di Jakarta aja. Ditambah kebiasaan boker di tempat umum gue semakin dewasa semakin hilang. fin.

Comments
Post a Comment