Komunikasi Baik Sama Dengan Hubungan Yang Lebih Baik




Komunikasi merupakan kunci penyelesaian dari berbagai masalah yang ada di dalam kehidupan, mulai dari masalah pemasaran, diplomasi, keluarga, hingga percintaan. Untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan atau harapkan dari orang lain, perlu ada komunikasi yang baik. Dengan komunikasi yang baik akan terjalin hubungan yang lebih baik dan intim, sehingga tujuan-tujuan yang kita harapkan bisa tercapai dengan mudah.

Oh Su Hyang, penulis buku best seller "Bicara Itu Ada Seninya (The Secret Habits to Master Your Art of Speaking)" mengemukakan beberapa tips untuk bisa menjadi seorang komunikator yang lebih baik. Oh Su Hyang menuliskan bahwa berkomunikasi itu bisa dilatih, seperti orang yang "buta nada", ada juga orang-orang yang mengalami "buta ucapan". Menurutnya, semua orang bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasinya asalkan mau berusaha. Oh Su Hyang sendiri memberikan beberapa tips sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh pembacanya.

Hal paling mendasar yang perlu dikuasai dalam komunikasi adalah cara penyampaian dan mindset. Dua faktor ini merupakan satu kesatuan yang bila dihilangkan akan merusak esensi dan estetika dari seni berkomunikasi. Kesan pertama yang baik akan membantu lawan bicara untuk tertarik dengan diri kita, gestur tubuh, penampilan, dan ketenangan adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan. Gunakan logika yang baik setiap akan berbicara. Dengan alur logika yang baik, kita akan lebih mudah mengungkapkan isi kepala. 

Sebagai contoh, seorang sales yang akan menjual produk kesehatan kepada calon konsumennya. Ia  berpakaian setelan necis dan berjalan dengan tegap sembari menghampiri calon konsumennya. Setelah menguasai seluk beluk dari produk yang akan dijualnya, sales tersebut mulai membuka percakapan dengan percaya diri. Ia coba menyentuh permasalahan kesehatan yang banyak dialami oleh sebagian besar orang. Dengan logika seperti itu, ia mulai bisa storytelling untuk memancing simpati dari calon konsumennya. Apabila sudah berada di tahap ini, bisa dikatakan keputusan untuk pembelian sepenuhnya ada di kemampuan finansial calon konsumen.

Selanjutnya, Oh Su Hyang menjelaskan bahwa komunikasi tidak sepenuhnya tentang berbicara tetapi juga mendengarkan. Apabila kita pandai mendengar, maka kita akan pandai bicara. Ada formula yang bisa digunakan untuk bisa menjalin komunikasi yang lebih baik:

C = Q x P x R
Communication = Question x Praise x Reaction

Dalam memulai suatu percakapan, baiknya untuk memenuhi Question (Pertanyaan), Praise (Pujian), dan Reaction (Reaksi). Penggunaan tiga poin ini akan menunjukkan bahwa kita tertarik dengan lawan bicara kita. Pertanyaan akan menghadirkan kesan bahwa lawan bicara merasa diperhatikan, pujian menunjukkan bahwa kita berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan lawan bicara, atau bisa dibilang membangun kepercayaan, lalu reaksi yang antusias akan membuat lawan bicara percaya bahwa kita adalah seorang pendengar yang baik.

Namun, perlu dipastikan bahwa komunikasi yang baik harus dimulai dari kualitas ketimbang kuantitas. Kualitas bisa dicapai dengan memanfaatkan formula di atas, tetapi ada dua faktor yang sangat mempengaruhi percakapan: Faktor Positif Dialog & Faktor Negatif Dialog.

Sebagai contoh, kita ambil komunikasi dua orang yang berteman atau pasangan kekasih. Percakapan yang selalu dibumbui oleh faktor negatif pasti akan berimplikasi pada output yang tidak baik. Penggunaan kata kasar, membandingkan, gaslighting tidak akan membuat suatu komunikasi yang baik terbentuk.

"Dia bisa loh ngajak pacarnya ke restoran fancy dining"
(Membandingkan)

"Kamu tuh harusnya bisa loh lebih baik"
(Menuding)

"Udah lah, aku males ngeliat kamu"
(Mengakhiri dengan pertengkaran)

Sebaliknya, penggunaan kata-kata yang positif akan mempererat hubungan. Komunikasi dengan tutur kata yang sopan dan lembut akan lebih menyentuh hati. Memvalidasi perasaan lawan bicara akan membantu kita untuk bisa berkomunikasi lebih baik. Secara tak langsung, lawan bicara juga akan menyamai energi yang kita pancarkan sehingga sesama akan saling memahami perasaan masing-masing. 

"Hi, kamu apa kabar hari ini? everything's okay?"
(Menanyai kabar)

"Maaci yaa support system ku"
(Pujian dan rasa syukur)

"Iya nggak apa-apa kok kalo kamu capek"
(Validasi perasaan)

Dengan menerapakan tips-tips komunikasi dari Oh Su Hyang tersebut, bisa dipastikan bahwa komunikasi sehari-hari kita akan mengalami peningkatan. Perlu diingat juga bahwa hal-hal ini harus dilatih setiap hari untuk bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Lalu, kita juga harus memiliki keterbukaan apabila ingin menjalin komunikasi dan ikatan yang lebih mendalam dengan orang lain.

Adapun yang perlu ditanamkan di dalam mindset kita adalah bahwa "Komunikasi baik sama dengan hubungan yang lebih baik". Bisa dalam bentuk hubungan percintaan hingga bisnis. Fin.

Comments