Jalaran Sadrah: Album Rock Kontemporer Yang Megah Banget

Sepuluh tahun terakhir, sejak produksi musik menjadi semakin mudah, musik mulai berevolusi menjadi lebih sederhana. Salah satu yang menurut gue menjadi faktornya adalah naiknya hype musik Lofi. Musik Lofi memiliki ciri khas ketukan drum sederhana dengan chord yang cenderung berulang, musik ini berfokus pada ambience yang lebih tenang bagi para pendengarnya. Sejak saat itu, musik bukan lagi barang mewah yang sulit diproduksi dan dimainkan.

Selain itu, menurunnya pamor musik rock juga membuat format band dalam bermusik tidak lagi populer. Hal ini yang menurut gue sedikit mengurangi keseruan dan warna dari musik itu sendiri. Karakteristik permainan dari setiap anggota band itu yang justru bisa memberikan nyawa bagi lagu yang sedang dibawakan. Tanpa memperkecil musisi solo, bermain dalam format band akan memberikan unsur entertainment tambahan.

Baru beberapa hari yang lalu waktu gue lagi denger Spotify, tiba-tiba ada satu lagu yang menarik perhatian gue. Musiknya beda dari shuffle mix yang waktu itu lagi keputer. Lagu ini genrenya rock, liriknya juga unik. Namun, bukan itu yang menarik perhatian gue. Ada kemegahan yang gue rasakan ketika denger lagu ini. Bahkan, bagian interlude di lagu ini sempat membuat gue merasa masuk ke wonderland dengan alunan melodinya yang dibuat menyihir pikiran. Judul lagu ini adalah "Terbuang Dalam Waktu" dari Barasuara.

Akhirnya gue coba untuk mengulik lebih dalam album Jalaran Sadrah dari Barasuara. Album ini baru keluar di pertengahan tahun 2024. Album ini dibuka dengan baik lewat lagu Antea. Gue suka banget melodi Sci-Fi yang mengawali lagu ini, seakan-akan kita disambut ke dalam suatu kapal asing tapi extraordinary.

Ada satu track yang menurut gue sangat megah karena memasukkan musik orchestra di dalamnya, judulnya "Hitam dan Biru". Pertama kali dengar ini, gue langsung teringat album Bintang Lima dari Dewa 19 serta track LEXICON dan Il Sogno dari Isyana Sarasvati. Jarang banget sekarang ini ada musik rock yang masukin musik orchestra ke aransemen lagunya. 

Iga Massardi, Asteriska, Puti Chittara, Gerald Situmorang, Tj Kusuma, dan Marco Steffiano sukses membawakan album rock kontemporer yang tidak membosankan. Bahwa musik rock harus dibuat dengan niat dan itu ada di album Jalaran Sadrah ini.

Comments