Serial 'The Diplomat' dari Kacamata Anak HI: Ribetnya Kerja Jadi Perwakilan Negara

Diplomat merupakan sebuah pekerjaan impian bagi setiap orang yang semasa perkuliahan memilih jurusan hubungan internasional.

Jurusan hubungan internasional atau biasa disebut HI ini diawal memang sangat terlihat menjanjikan. Ini dipengaruhi oleh penampilan-penampilan dari diplomat yang berbicara di depan ratusan perwakilan negara pada sidang umum PBB.

Namun, bukan hal itu yang akan dibahas pada artikel kali ini. Diskusi kali ini akan mencoba membedah serial Netflix "The Diplomat" dari kacamata anak HI.

Sebagai disclaimer, diskusi kali ini murni hasil pengalaman selama belajar HI dan sebagai penikmat series, tidak ada pendapat ahli maupun pengalaman profesional. Jadi kritik, masukan, serta tambahan sangat diterima bahkan diperlukan untuk menambah sudut pandang.

Secara garis besar, serial The Diplomat ini menceritakan tentang seorang diplomat Amerika Serikat yang ditugaskan di Inggris untuk membantu Inggris menyelesaikan permasalahan kapal perang Inggris yang diduga diserang oleh Iran.

Seiring berjalannya waktu, banyak fakta-fakta dan konflik internal baik di pemerintah Inggris maupun Amerika Serikat yang membuat langkahnya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut menjadi terhambat.

Ada beberapa hal yang sangat relate dengan anak HI pada serial The Diplomat. Misalnya teori Balance of Power yang muncul dalam serial ini.

Kita bisa melihat bahwa Inggris berupaya untuk menyeimbangkan kekuatan di Eropa dan dunia dengan tidak membiarkan Amerika Serikat mendikte kebijakan luar negerinya.

Mereka menjustifikasi bahwa setiap kebijakannya adalah benar atas nama membela rakyatnya yang dilanggar hak asasi manusianya oleh pihak asing.

Selain itu, kita juga bisa melihat keterlibatan aktor non-negara dalam konflik internasional. Pada serial The Diplomat, aktor non negaranya adalah perusahaan paramiliter internasional.

Dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, negara terkadang membutuhkan keterlibatan aktor non-negara. Ada yang sebagai penguat kebijakan yang dikeluarkan, sebagai wadah agar kebijakan bisa dijalankan secara efektif, atau juga sebagai tempat cuci tangan agar kebijakan tidak terlihat diambil oleh negara tertentu.

Untuk serial The Diplomat, poin nomor tiga yang membuat aktor non-negara bermain dalam konflik yang diceritakan.

Selain itu, penonton bisa menyaksikan fakta tentang seorang pejabat negara yang sangat diatur setiap pergerakannya demi bisa memuluskan langkah politik pihak tertentu, baik demi kebaikan negara maupun pihak yang berkepentingan tersebut.

Drama-drama yang muncul di serial The Diplomat ini juga sangatlah menarik. Bagaimana hubungan top down yang bisa dikatakan sangat personal bisa mempengaruhi kebijakan suatu negara.

Sudut pandang feminisme yang dimunculkan serial ini juga memberi gambaran kepada para penontonnya tentang kehidupan dari pasangan seorang pejabat negara wanita. Pada umumnya, kita sering melihat kehidupan istri dari pejabat, tetapi sudut pandang dibalik di serial ini. 

Melihat jalan cerita serial The Diplomat, ada banyak pertanyaan yang muncul. Alasannya, karena ada banyak hal yang muncul di serial tersebut yang tidak diajarkan di kelas-kelas ilmu hubungan internasional.

Misalnya, soal "main belakang". "Main belakang" sepertinya adalah suatu hal yang lumrah dalam perpolitikan. Kendati begitu, muncul pernyataan bagaimana diplomat suatu negara bisa dipengaruhi oleh rakyat biasa hanya melalui panggilan telepon.

Walaupun rakyat biasa tersebut adalah mantan pejabat negara atau hidup bersama dengan pejabat negara aktif, tetapi secara faktual setiap pernyataannya yang muncul bisa saja merupakan pendapat pribadi.

Hubungan personal yang mendasari kepercayaan tersebut bisa saja mengacaukan setiap langkah kebijakan yang diambil nantinya. 

Pada intinya, ini hanyalah fiksi belaka di mana ada banyak bumbu drama yang ditambahkan untuk membuat cerita lebih menarik, walaupun mungkin saja hal-hal tersebut benar-benar terjadi pada praktiknya.

Bagi yang belum menyaksikan serial The Diplomat, ada baiknya untuk segara mengikutinya karena intrik dan konfliknya sangat menarik. Namun, perlu diperhatikan bahwa dialog yang digunakan agak sedikit berat yang mungkin bisa membuat lost focus saat menonton. Tetapi secara garis besar cerita tiap episodenya masih bisa diikuti dengan mudah.

Serial The Diplomat saat ini masih menunggu rilis musim keduanya. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari perjalanan series The Diplomat ini.

Comments